Monday, 1 June 2020

MUSYAWARAH TAHUNAN ANGGOTA DOJANG XX (MUSYTADO XX)



Alhamdulillah, ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terlaksananya kegiatan tahunan UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 13 s.d 14 Desember 2019 yang bertempat di Balai Gotong Royong, Kota Baru, Yogyakarta. Kegiatan yang menitik fokuskan pada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari satu tahun Kepengurusan UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2019 yaitu MUSYTADO XX (Musyawarah Tahunan Anggota Dojang Ke-20). Kegiatan ini disusun dengan struktur yang rapi oleh panitia yang terbentuk dari kesepakatan pengurus, dewan pelatih dan senior yang juga turut mendampingi berlangsungnya acara.
Kegiatan ini di mulai dari pembukaan acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Janji Taekwondo Indonesia dan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh M. Hanif Ibrahim selaku ketua panitia yang ditunjuk oleh kesepakatan pengurus, dewan pelatih dan senior. Sambutan dilanjutkan oleh M. Zuhdi selaku ketua UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2019. Sambutan kemudian disampaikan oleh Sabeum Ali Rohmat selaku perwakilan dari Dewan Pelatih, dan diakhiri oleh Bapak Aris Risdiana, S.Sos.I., M.M. selaku Pembina UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang meresmikan pembukaan acara MUSYTADO XX tersebut.
Acara kemudian dilanjutkan dengan menentukan Presidium Sidang sementara yang terdiri dari Ketua Sidang, Sekretaris Sidang I dan Sekretaris Sidang II. Setelah terpilihnya Presidium Sidang sementara acara berlanjut ke Sidang Pleno I. Sidang Pleno I membahas tentang Agenda Acara, Tata Tertib dan Pemilihan Presidium Sidang. Agenda acara merupakan pokok penting dalam suatu acara sehingga semua peserta dapat mengetahui susunan kegiatan yang akan berlanjut kedepannya, tata tertib sendiri ditujukan agar jalannya persidangan tertib tanpa adanya perselisihan atau hal-hal yang tidak diinginkan, dan pemilihan presidium siding bertujuan untuk menentukan secara paten presidium sidang dari Sidang Pleno II (inti) sampai dengan Sidang Pleno IV (akhir).
Paska terpilihnya Presidium Sidang acara berlanjut ke Sidang Pleno II (siding ini). Pada sidang ini ketua sidang menawarkan metode-metode yang akan di ambil dalam pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari para Pengurus UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2019. Setelah metode yang dipilih ditentukan maka acara dilanjutkan dengan laporan dari setiap divisi pengurus selama satu tahun masa jabatan. Ketua UKM dan Wakil Ketua UKM memulai laporan dengan diikuti oleh divisi-divisi lainnya yaitu Sekretaris I dan Sekretaris II, Bendahara I dan Bendahara II, Divisi Keanggotaan, Divisi Perlengkapan, Divisi Hubungan Masyarakat dan Divisi Dana dan Usaha. Ketentuan hasil laporan dari para pengurus berlanjut dengan diskusi hingga menemukan titik terang dan laporan diterima baik secara utuh maupun bersyarat oleh audiens yang terdiri dari Pengurus, Sabeum, Pembina, Senior, Alumni, Panitia dan Anggota sidang lainnya.
Selesainya laporan dari para pengurus dan putusan yang diberikan oleh audiens, selanjutnya ketua sidang melanjutkan sidang pada tahap ketiga, Sidang Pleno III. Sidang Pleno III biasa di sebut sebagai Sidang Komisi, karena pada sidang ini kita akan membentuk dua kelompok untuk disaat yang bersamaan dapat membahas dan mempertimbangkan Komisi A (Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga / AD-ART), Komisi B (Draft Arah Kebijakan Dojang) dan Komisi C (Garis Brsar Program Kerja). Setelah masing-masing kelompok selesai melakukan diskusi, sidang komsisi dilanjut dengan pembahasan dari hasil revisi dan pertimbangkan dari Komisi A, Komisi B dan Komisi C.
Mulainya Sidang Pleno IV merupakan tanda akan berakhirnya sidang, karena sidang pleno ini menjadi puncak kegiatan ini. Pada sidang pleno ini ketua sidang memberikan ruang kepada audiens untuk menentukan calon Ketua dan Wakil Ketua UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2020. Wahyu Nanang Taufiqur Rokhman, Ahmad Amin Abdulloh dan Diastiana Rena Dina Asanti menjadi orang-orang terpilih sebagai calon ketua dan wakil ketua. Keputusan dari hasil diskusi dan pemilihan ketua, Diastiana Rena Dina Asanti ditunjuk sebagai Ketua UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2020 dengan Wahyu Nanang Taufiqru Rokhman sebagai Wakil Ketua. Acara berlanjur ke pemilihan Dewan Pertimbangan Dojang (DPD) yang jatuh kepada M. Zuhdi, Fadhila Zaen dan Fitri Nur Rohmah Dewi.
Setelah sahnya pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan DPD pada sidang pleno terakhir, ketua sidang menyerahkan Kembali acara kepada panitia seksi acara yang bertugas. Acara pun diakhiri dengan penutupan yang terdiri dari sambutan M. Zuhdi selaku ketua demisioner, Diastiana Rena Dina Asanti selaku ketua baru, dan perwakilan dari anggota DPD yang telah di tunjuk. Sesi terakhir dari acara ini adalah sesi dokumentasi, dimana semua audiens yang hadir pada kegiatan ini foto bersama sebagai bentuk dokumentasi laporan kegiatan maupun sebagai kenang-kenangan kegiatan yang dihadiri bersama selama dua hari satu malam. Berakhirnya acara ini juga menandakan berakhirnya masa jabatan Pengurus UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2019 dan status mereka demisioner.

Sabeum M. Yahya Ortega beserta para Pengurus Demisioner UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2019

 

Sabeum M. Yahya Ortega beserta para Pengurus Demisioner UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2019
Sabeum M. Yahya Ortega beserta para Panitia Musyawarah Tahunan Anggota Dojang Ke-20 (MUSYTADO XX)

Sabeum M. Yahya Ortega beserta para Panitia Musyawarah Tahunan Anggota Dojang Ke-20 (MUSYTADO XX)
 
Published by : Divisi Humas 2020

Monday, 26 March 2018

Banggakan Kampus dengan 12 Medali MTC Cup 2018

Yogyakarta, 25 Februari 2018. Bertempat di GOR Pangukan Kabupaten Sleman, ratusan atlet taekwondo siap untuk bertanding baik untuk kategori kyoruki maupun poomsae dalam MTC Cup 2018. Termasuk sebelas atlet taekwondo dojang UIN Sunan Kalijaga yang tergabung dalam UKM Taekwondo UIN Sunan Kalijaga. Dalam pertandingan MTC Cup 2018 ini, atlet taekwondo UIN Sunan kalijaga berhasil membawa pulang 3 medali emas, 5 medali perak dan 4 medali perunggu dengan total 12 medali. Kejuaraan ini banyak diikuti oleh atlet yang baru bergabung di UKM Taekwondo UIN Sunan Kalijaga.




Keberhasilan atlet taekwondo dalam meraih juara adalah berkat kerjasama semua tim. Terdiri para atlet, manager dan official, coach, pelatih, senior serta pengurus UKM Taekwondo UIN Sunan Kalijaga. Manager dan official untuk kejuaraan ini adalah Ayik Rohimah, mahasiswa prodi Pendidikan matematika angkatan 2015, Femi Fitriyani, mahasiswa prodi Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 dan Desi (). Para senior dengan senang hati menjadi coach ketika ada atlet yang bertanding, memberikan motivasi dan arahan agar dapat memenangkan pertandingan. Tidak hanya ketika bertanding, persiapan yang dilakukan para atlet berbulan-bulan sebelum hari H pertandingan juga didampingi oleh senior dan juga pelatih.

Keberhasilan yang didapat tentu sebanding dengan perjuangan yang dilakukan para atlet jauh jauh hari sebelum bertanding. Dengan berlatih semaksimal mungkin, menjaga pola makan dan menjaga pola istirahat agar performa yang ditampilkan ketika bertanding juga maksimal. Rincian perolehan medali dalam MTC Cup 2018 ini adalah 2 medali emas dari kategori kyoruki oleh Ahmad Amin dan Yuda Kartiko, serta 1 medali emas dari kategori poomsae oleh Heinrich Zanker Bonnie Ciando. 5 medali perak berhasil dismbangkan oleh Wahyu Nanang Taufikur Rokhman, Fadhila Zaen, Defsi Septiani, Pangesa Jati Pramana, dan Muhammad Zuhdi. Dan 4 medali perunggu oleh Yusuf Iqbal Syahputra, Hernita Effendi, Heinrich Zanker Bonnie Ciando dan Luthfi Dhiaulhaq.


Walaupun kejuaraan ini banyak diikuti oleh atlet yang baru bergabung dan banyak dari mereka yang baru pertama kali turun dalam sebuah kejuaraan, tetapi dengan usaha keras, dan keyakinan yang kuat dan dukungan dari banyak pihak, terbukti mereka dapat membanggakan kampus UIN Sunan Kalijaga dengan membawa pulang 12 medali. Harapan kedepan, teman-teman atlet yang lain dapat termotivasi untuk terus berlatih, berlatih dan berlatih.

Read more at UIN SUKA

Sunday, 5 November 2017

Kejurda 2017, Taekwondo UIN Sunan Kalijaga Sumbangkan 6 Mendali untuk Kampus

Yogyakarta, 24 September 2017. Bertempat di GOR Amongrogo, Kejuaraan Taekwondo antar Dojang se-DIY yang diselenggarakan oleh Pengprov DIY diikuti oleh Taekwondo Dojang UIN Sunan Kalijaga dan berhasil membawa pulang 6 mendali, dengan total atlet yang diturunkan sebanyak 7 orang di 7 kelas yang berbeda.
Para atlet ini ditemani oleh dua orang manajer dan official serta satu orang pelatih sekaligus coach dalam pertandingan tersebut. Manajer atlet, dipegang oleh Jazirotul Hasanah, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin angkatan 2015, dan official oleh Maulana Iskandar, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan angkatan 2014, serta Sabem Bagus sebagai coach. Baik manajer, official, maupun coach berusaha semaksimal mungkin dalam me-manage atlet yang bertanding dari mulai persiapan sebelum kejuaraan sampai atlet bertanding di matras.
Prestasi yang didapat tentu tidak lepas dari konsistensi para atlet dalam latihan rutin demi menunjukkan performa terbaik diatas matras sekaligus mengharumkan nama UKM Taekwondo UIN Sunan Kalijaga di ranah Pengprov DIY. Hasil yang didapat pun sebanding dengan perjuangan yang telah dilakukan, dengan rincian perolehan mendali, 2 mendali emas di kelas kyoruki prestasi under 63 atas nama Fadhila Zaen, dan poomsae junior atas nama Heinrick Zanker Bonnie Ciando. Mendali perak dikelas Kyoruki Prestasi Under 53 atas nama Fitri Nur Rohmah Dewi dan Hafizh Muhasin Afan di kelas kyoruki under 32. Mendali perunggu atas nama Hidayat Hafid pada kyoruki prestasi under 63 dan terakhir mendali perunggu atas nama Rahman Saleh Werbay di kelas kyoruki prestasi under 58.
Pembina UKM Taekwondo Dojang UIN Sunan Kalijaga, Bapak Aris Risdiana, menyambut dengan bangga atas perolehan yang didapat UKM Taekwondo UIN, terbukti dengan hadirnya beliau pada kejuaraan tersebut sampai berakhirnya acara. “Keikutsertaan kita dalam kejurda kemarin merupakan salah satu bentuk apresiasi aktif tentang keberadaan UKM Taekwondo UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu UKM yang ada dilingkungan kampus. Proyeksi kedepan untuk mempertahankan prestasi ini, perlu sinegritas antara civitas akademik dengan pihak UKM bentuknya bisa dengan dukungan moral maupun spiritual, adanya sarana prasarana untuk berlatih, komunikasi yang efektif antar pengurus, pelatih serta anggotanya, dan adanya rasa memiliki terhadap eksistensi UKM Taekwondo. Salah satu pelatih Taekwondo UIN Sunan Kalijaga, Sabem Bagus memberikan saran agar para atlet terus giat dalam berlatih dan memiliki motivasi yang tinggi agar dapat meningkatkan prestasi dan memperbaiki kelemahan-kelemahan sebelumnya. 

Saturday, 31 December 2016

Basic Training Taekwondo dan Latihan Alam XVII



Basic Training Taekwondo dan Latihan Alam atau lebih dikenal dengan singkatan BTT & LA merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh pengurus UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setiap tahun UKM mengadakan acara atau kegiatan tersebut. Basic Training Taekwondo dan Latihan Alam pada tahun ini merupakan yang ke XVII atau yang ke 17, yang telah dilaksanakan di Waduk Sermo, Kokap, Kulon Progom Yogyakarta selama tiga hari dihitung sejak tanggal 25 November sampai dengan 27 November yaitu pada hari Jum’at, Sabtu dan Minggu.

Sedikit sejarah mengenai Basic Training Taekwondo dan Latihan Alam. Basic Training Taekwondo dan Latihan Alam merupakan kegiatan dimana para anggota baik yang baru mendaftar maupun yang sudah lama mendaftar tapi belum ikut kegiatan ini wajib untuk mengikuti kegiatan ini karena dengan mengikuti kegiatan ini anggota akan secara resmi menjadi anggota UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan mengikuti Basic Training Taekwondo dan Latihan Alam maka anggota akan mudah menjadi pengurus UKM dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang ada.

Selain itu materi yang disampaikan dalam kegiatan ini merupakan materi yang penting bagi anggota, bahkan bagi seluruh anggota dan panitia. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berupa hal-hal yang berhubungan dengan Taekwondo secara umum dan secara khusus. Secara umum adalah materi keorganisasian, keolahragaan, kesehatan, Ketaekwondo, etika, agama, filosofi dan lainnya, secara khusus terlebih mengenai UKM Taekwondo Dojang UIN Sunan Kalijaga sendiri.

Kesehatan penting disampaikan karena seorang atlet maupun yang bukan atlet wajib menjaga kesehatan masing-masing. Karena dengan kita sehat maka hidup kita akan terhindar dari segala macam penyakit. Tentunya menjadi sehat saja tidak perlu, karena itu ada materi keolahragaan agar kita bisa menjaga kesehatan dengan berolahraga, olahraga merupakan salah satu sarana untuk menjadi sehat. Dengan banyaknya olahraga kita dapat memilih salah satu olahraga yang dapat menjaga kesehatan kita yaitu beladiri Taekwondo, dengan mempelajari Taekwondo maka kita akan secara otomatis telah mampu untuk menjaga kesehatan kita. Kemudian untuk memahami Taekwondo secara leluasa maka perlu untuk berorganisasi. Maka dari itu Organisasi, Kesehatan, Olahraga dan Taekwondo merupakan hal yang penting yang disampaikan dalam kegiatan ini.

Selain materi dan teori, Basic Training Taekwondo dan Latihan Alam juga melaksanakan secara teknis atau praktik. Parktik yang dilakukan berupa latihan dengan alam, karena itu dinamakan latihan alam. Latihan alam meliputi berjalan kaki sejauh 5 kilometer dengan harus mengikuti petunjuk arah yang sudah disediakan oelh panitia. Dalam pelaksanaanya, pada hari Jum’at pagi akan dilakukan Opening Ceremony atau upacara pembukaan yang kemudian dilanjutkan dengan materi-materi yang telah dijelaskan diatas tadi sampai sore dengan break ketika shalat jum’at dan ashar. Kemudian setelah materi terakhir selesai peserta akan diberangkatan secara bersamaan dari UIN ke Lokasi dengan menggunakan transportasi truk.

Sesampainya di Base Camp yang sudah dipesan sebelumnya oleh pihak panitia peserta akan melanjutkan kegaiatan perkenalan dengan para panitia, senior dan sabeum. Kemudian dilanjutkan dengan istirahat, makan dan shalat. Kemudian peserta akan diperintahkan untuk tidur, yang kemudian saat tengah ,ala, peserta akan dibangunkan kemudian diperintahkan untuk berjalan dari pos pemberangkatan sampai pos terakhir, pos pemberangkatan sendiri adalah Base Camp dan pos terakhir adalah pos empat. Dalam perjalannya peserta harus mengikuti arah lilin yang hidup dipinggir-pinggir jalan. Jika laki-laki akan berangkat sendiri dan perempuan akan berangkat berdua sampai seluruh peserta berangkat, tentunya pemberangkatannya secara bertahap tidak langsung bersamaan seluruh pesertanya. 

Peserta kemudian harus melewati Pos 1 yang merupakan pos keagamaan, pos 2 yang merupakan pos kesehatan, pos 3 yang merupakan pos Janji Taekwondo dan pos 4 yang merupakan pos kenegaraan, kegiatan ini disebut dengan Jerit Malam yang dilaksanakan sejak jam 23.30 s/d selesai. Tentunya setiap pos dijaga oleh panitia yang terdiri dari sabeum, senior, panitia secara umum (tidak harus divisi tertentu) dan p3k untuk jaga-jaga. Kemudian setelah para peserta melewati setiap pos mereka akan berhenti dipos terakhir yaitu pos empat, dan setelahs emua peserta selesai maka akan pulang ke Base Camp secara bersama.

Keesokan pagi harinya peserta akan jogging dan senam bersama kemudian setelah itu istirahat dan makan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yang hampir mirip dengan Jerit Malam, yang disebut dengan Cross Country. Cross Country sendiri dilangsungkan dari pagi hari sampai sore, setiap peserta yang telah terbagi menjadi kelompok-kelompok akan diberangkatkan secara bergantian. Setiap kelompok harus berjalans sejauh 5 kilometer dengan rute yang telah ditentukan oleh panitia. Kemudian setiap kelompok harus melewati 5 pos yaitu pos 1 Kerapian yang mana akan dikoreksi dan dilihat sejauh mana kerapian anggota.
Kemudian mereka akan menuju pos 2 yaitu pos keolahragaan, disini mereka akan diuji secara fisik. Sejauh mana fisik mereka akan bertahan salah satu contoh yang diperintakan ketika mereka berada di pos ini adalah Paku Bumi, Pako, Sit Up, Push Up dan lain sebagainya. Kemudian mereka akan menuju pos 3 yaitu pos etika dalam Taekwondo dimana peserta akan diuji sejauh mana mereka memahami etika (dalam hal ini etika secara ke Taekwondoan), kemudian mereka akan menuju pos 4 yaitu filosofi Taekwondo dimana mereka akan diberikan materi filosofi Taekwondo seperti contohnya apa filosofi dari Do Bok (seragam Taekwondo), dan di akhir mereka akan menuju pos 5 yaitu pos mental. Disini mental peserta akan diuji, tujaunnya agar mereka menjadi Taekwondoin yang tangguh dan sejati, tangguh secara sikap, tangguh secara fisik dan secara tangguh secara etika, untuk menjadi insan yang lebih baik.

            Kemudian setelah semua kelompok sampai dipos terakhir dan selesai menjalani semua ujian maka peserta akan pulang bersama-sama ke Base Camp. Kemudian akan diperintahkan untuk istirahat dilanjutkan pada malam harinya dengan Pensi atau Pentas Seni. Setiap kelompok harus menampilkan pentas, bahkan tidak memungkinkan panitia, senior dan sabeum juga menampilkan penampilan dengan ditemani oleh api unggun, kopi, susu, teh dan camilan-camilan. Adanya pentas seni adalah untuk membangun rasa kekeluargaan antara peserta dengan sabeum, senior dan panitia, serta antara peserta sendiri yang awalnya tidak saling mengenal satu sama lain, pentas seni ini sampai tengah malam. Kemudian pada sekitar jam 2 pesera akan dibangunkan dan uji sekali lagi mentalnya, setelah itu peserta dan seluruh panitia, senior dan sabeum akan bersama-sama bermeditasi dan bersemedi sampai subuh tiba.

            Setelah subuh peserta akan diperintahkan untuk shalat terlebih dahulu, kemudian istirahat sebentar karena pasa jam 6 paginya peserta bersama semuanya akan latihan bersama. kemudian setelah latihan bersama materi Competition Rule disampaikan, yaitu materi perautra-peraturan dalam pertandingan Kyorugi dan Poomsae, beserta praktiknya. Kemudian setelah selesai akan dilanjutkan dengan Games yang dijalani oleh peserta, panitia, senior dan sabeum. Setelah Games selesai dilanjutkan dengan panitia dan peserta ter-ter seperti terbaik, terajin dan lain sebagainya. Setelah itu peserta akn diperintahkan untuk beres-beres membersihkan tempat dan persiapan untuk pulang, setleha itu peserta bersama-sama pulang dengan transportasi truk menuju UIN dan sesampainya di UIN peserta akan kembali ke tempatnya masing-masing. Begitulah kegiatan Basic Training Taekwondo dan Latihan Alam yang dilaksanakan oleh kami selaku pengurus UKM Taekwondo Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta demi mengambangkan sikap dan jiwa sejati seluruh anggota kami.

Written by: Nu'aim Abrar Al-Khalidy

Saturday, 15 October 2016

KONI Sleman CUP 2016



Pada 17 dan 18 September 2016 kemarin KONI Sleman mengadakan kejuaraan bergengsi untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat dan Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) mendatang, kejuaraan yang bernama KONI Sleman CUP 2016 itu dilaksanakan di GOR TRIDADI Paten, Pangukan, Sleman, Yogyakarta.

Para juara KONI Sleman CUP 2016
Dengan datangnya kejuaraan tersebut maka UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mempersiapkan para atlitnya untuk diturunkan dalam kejuaraan tersebut. Dengan persiapan yang dilaksanakan selama dua minggu lebih oleh para atlit dengan pengawasan dari para sabeum atau dewan pelatih selama masa pelatihan, selain itu peran Dyah Ayu Widyawati (Manajemen Pendidikan Islam 2014) dan Muyassaroh Faizzatus Sufiani (Pendidikan Kimia 2015) sebagai manager dan official juga tidak lepas dari tanggung jawabnya terhadap kesehatan dan kesiapan para atlit.

Seonbae Zeni (paling kiri) saat menerima pengalungan medali
Dalam kejuaraan tersebut ada dua kategori yaitu Kyorugi dan Poomsae, dari tim UKM Taekwondo Indonesia Dojang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menurunkan 8 atlit, 4 atlit Kyorugi yang turun dikelas senior putra yaitu Muhammad Solikhin (Pendidikan Matematika 2014) yang meraih medali emas di kelas Under 68, Nurman Taubah Abdul Rosyid (Sosiologi Agama 2014) yang meraih medali perak di kelas Under 63, Amirudin Samai (Kependidikan Islam 2011) yang meraih medali perak di kelas Under 54, dan Rahman Shaleh Werbay yang meraih medali perunggu di kelas Under 58.
Kemudian 4 atlit lainnya turun di kategori Poomsae senior, adapun yang turun di Poomsae kelas senior putra adalah Mohamad Zahrudin Sahri, S.E.I (Keuangan Islam 2011, Hukum Bisnis Syariah 2015) yang meraih medali perak, sedangkan yang turun di Poomsae kelas senior putri adalah Putri Sari Shabrina (Psikologi 2011), Rita Saputri (Sosiologi 2013) dan Tintin Suhartinah (Hukum Tata Negara/Siyasah 2014), namun ketiga atlit Poomsae kelas senior putri tersebut tidak berhasil meraih medali, namun usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh para atlit, manager/official, dan para dewan pelatih tidak dapat lepas dari dukungan taekwondoin lainnya.
Saat penyambutan atlet bersama Sabeum M. Yahya Ortega
Published by: Divisi Humas
Written by : Seonbae Nu'aim Abrar Al-Khalidy